Halloo sobattt kembali lagi dengan tulisanku...
Kalian tau ga sih generasi millenial itu apa? Atau kamu termasuk sobat millenial? Atau kamu termasuk generasi Alpha? Nah kali ini aku mau bahas tentang generasi millenial di era digital, disimak yaa..
Jadi generasi millenial dikenal sebagai generasi Y. Biasanya generasi Y atau generasi milenial adalah orang yang lahir pada tahun 1980-1995. Yang berarti pada tahun 2021 ini generasi milenial berada di rentang umur 26-41 tahun. Lalu kenapa bisa disebut sebagai generasi milenial? karena generasi ini merupakan satu-satunya yang pernah melewati milenium kedua semenjak teori generasi ini diutarakan. Sementara itu, generasi Z lahir pada tahun 1996-2015, maka rentang umur mereka sekarang adalah 5-25 tahun. Banyak juga yang menyebut generasi z sebagai generasi alpha. Generasi Z ini termasuk orang-orang yang tidak mengenal dunia tanpa smartphone. Generasi Z ini cendrung menginginkan segala sesuatunya itu mudah seperti layanan online yang dapat diakses dimana saja tanpa harus mengunjungi tempat tersebut.
Berubahnya era digital seperti sekarang ini banyak sekali kegiatan/ pekerjaan yang dilakukan secara digital seperti berjualan online, meminjam buku di perpustakaan secara online tanpa perlu datang ke perpustakaan, melakukan pelayanan customer online dan masih banyak kegiatan lain yang dapat diakses secara online. Perpustakaan denga pelayanan online sudah merubah strategi bahkan kebijakan dalam perpustakaan sehingga mengalami perubahan dalam efektifitas kerja serta mindset dalam melayani pemustaka. Perpustakaan yaitu sumber informasi terpercaya, maka dari itu tugas seorang pustakawan mengupdate diri untuk kajian-kajian informasi yang semakin terpercaya. Dengan memahami karakteristik dari pemustaka millenial dan bagaimana perpustakaan bisa terus memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, harus berani mengahadapi semua perubahan dan menyediakan koleksi yang lengkap baik cetak maupun noncetak untuk memenuhi kebutuhan pemustaka.
Perpustakaan pada era digital ini mengefektifkan layanan dan mendukung belajar, mengajar dan mempermudah dalam mengakses informasi. Disinilah kecermatan dan keprofesionalan pemustaka terlihat dan akan menjadi konsumsi pemustaka milenial apabila mereka tidak mendapatkan layanan seperti yang mereka harapkan. Menjadi seorang pustakawan yang dirindukan oleh pemustaka itu adalah suatu penegasan bagi diri pustakawan untuk merubah dan menghadapi pemustaka millenial, semua dilakukan harus dengan sepenuh hati.
Pustakawan yang baik dalam era digital yaitu:
1. Pustakawan sebagai mediator antara masyarakat dengan sumber-sumber informasi
2. Pustakawan sebagai partner masyarakat
3. Pustakawan sebagai information specialist yang memiliki pengetahuan yang terkait penyediaan informasi
4. Pustakawan sebagai manager layanan informasi
5. Pustakawan sebagai jembatan untuk masadepan maupun masa lalu
6. Perpustakaan sebagai managemen ilmu pengetahuan
Pemustaka millenial membawa potensi bagi pustakawan untuk lebih mengembangkan kekuatan sumber informasi sehingga menjadi kualitas yang baik dan bisa menjadi salah satu penarik pemustaka millenial untuk selalu berkunjung ke perustakaan. karena basicnya pemustaka millenial itu datang secara langsung ke perpustakaan untuk mencari koleksi atau hanya sekedar berdiskusi. Tetapi di era digital seperti sekarang dan di masa pandemi seperti saat ini pemustaka millenial hanya dapat mengunjungi perpustakaan melalui website, disitulah tugas pemustaka untuk menjadi pemustaka yang baik seperti penjelasan diatas.
Sekian penjelasanku tentang pemustaka millenial di era digital ini, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian. Tunggu tulisan-tulisan aku selanjutnya ya sobatt...
Terimakasih
Terima kasih Nanda dalam opininya
BalasHapusWah menarik bgt, makasih ya
BalasHapus